PKBM Abu Dzar
Assalamu'alaikum semuanya! Di kesempatan kali ini saya akan sharing pengalaman saya di PKBM Abu Dzar. Sekolah ini bukan sekolah yang sempurna tapi sangat berkesan di hati saya karena mudir, guru-guru, karyawan, serta murid-murid saya yang baik hati, perhatian, serta peduli dengan semuanya.
Dimulai dari 2 Oktober 2021, saat itu saya dipanggil interview oleh mudir yaitu Ustadz Makmur dan Ustadz Robi. Jantungku berdegup kencang, gerap langkah saya agak cepat menyanggupi wawancara ini, saat itu sebenarnya bukan kali pertama namun saya merasa sangat gugup karena saya harus melakukan wawancara ini. Saya bergegas memasuki ruangan 7 Aisyah dan saat itu saya disambut oleh mudir yaitu Ustadz Makmur. Dipertengahan wawancara dan mengisi, saya sempat bingung ada bahasa Arab yang tidak saya pahami. Akhirnya, saya tanya salah satu ustadz disini. Menariknya, ustadz itu sekarang menjadi teman yang lumayan dekat yaitu ustadz Eko. Ustadz Eko sampai sekarang agak lupa momen tersebut, namun saya mengingat betul bahwa saya tanya beliau.
Selang setelah dua hari berikutnya, alhamdulillah saya diterima disini dan saya diminta datang kesekolah pada hari senin 4 Oktober 2021.
4 Oktober 2021, saya datang dengan sepatu rapi dan siap untuk bekerja. Pada saat itu, saya dibimbing oleh Ustadz Robi lalu oleh Ustadzah akhwat yaitu Ustadzah Amini dan Ustadzah Ria tentang sekolah ini.
Satu bulan saya bekerja disini, saya mulai merasa seperti guru sesungguhnya (karena sebelumnya saya hanya sebagai guru pelatihan). Alhamdulillah, saya bahagia disini karena saya dikelilingi teman-teman baik seperti Ustadz Eko, Ustadz Adit, Pak Isma, Bang Adi, Bang Beni, Mudir (Ustadz Makmur), Ustadz Arman, Ustadz Rudi. Sayapun diajak oleh Ustadz Rudi dan Pak Isma untuk futsal bertemu dengan rekan-rekan guru SD Abu Dzar. Saat itu saya sedikit deg-degkan karena saya jarang bertemu mereka.
2 sampai 3 bulan berikutnya, saya qodarullah dipilih sebagai walikelas 8 Shafiyyah, disini saya sempat ragu karena saya merasa baru pertama kali jadi walikelas . Tapi saya merasa enjoy karena dibimbing juga oleh Ustadzah seperti Ustadzah Inayah, Ustadzah Dela, Ustadzah Naela,dll. Disaat seperti ini, saya juga bahagia karena pengalaman ngajar saya bertambah yaitu pembelajaran hybrid yaitu belajar setengah dirumah setengah disekolah. Pengalaman ini sangat seru karena saya dulu sewaktu kuliah hanya mengajar luring saja.
Di kelas 8 Shafiyyah, saya bertemu dengan siswi-siswi hebat, mereka antusias ketika bertemu saya dan mereka sopan dengan saya. Mereka sangat baik kepada ana. Dikelas ini, saya merasa saya bisa menambah pengalaman saya. Sempat terjadi suatu tragedi di kelas ini, namun alhamdulillah sudah terselesaikan.Setelah 4 sampai 5 bulan, saya sempat mengajar bahasa Inggris guru-guru pada saat kepemimpinan Ustadz Makmur. Saat itu adalah saat terbaik karena saya harus menyampaikan materi ke asatidzah, saya sangat bahagia karena bisa membagi-bagi ilmu kepada asatidzah. Materinya sederhana dan mudah dimengerti. saya juga sempat ditugaskan sebagai ketua wisuda. Semua berjalan lancar karena banyak pihak-pihak yang membantu seperti Ustadzah Aini, Usatdzah Geby, Ustadzah Salsa, Ustadzah Novi, Ustadzah Sahida, Bang Adin, Bang Beni, Bang Adi, Pakde,dll. Pada saat malam sebelum acara, saya sempat kaget karena Ustadz Adit turut membantu kami dalam menyusun kursi dan lain lain. Saya juga dibantu juga oleh Bu Irna dan jajarannya. Saya sewaktu itu menyampaikan pidato pembuka. Sampai saat terakhir, saya bahagia karena banyak yang membantu acara walaupun mungkin tidak sempurna.
Saat-saat sedih saya disini adalah berpisah dengan berbagai Ustadz dan Ustadzah, saya sangat merasa kehilangan ketika Ustadz Robi, Ustadz Makmur, Ustadz Rudi, dan Ustadz Arman, serta Pa Isma. Saya merasa termotivasi ketika mereka ada disekolah. Bukan berarti ustadz yang lain tidak termotivasi, namun merekalah yang membuat saya bersemangat kesekolah. Kesedihan mulai tergantikan ketika datang Ustadz Diky dan Aa Aziz. Merka sumber semangat yang baru. Saya sering juga berkonsultasi dengan Ustadz Diky terkait kebahasa Inggrisan.
Momen-momen kecil yang berkesan sempat terjadi disekolah ini, terutama ketika saat di ruang TU. Sebetulnya saya sering dibully disini namun saya tetap merasa bahagia karena banyak Ustadz yang sering melawak, memberi nasihat, serta memberi semangat dan mendukung saya. Nasihat-nasihat sering saya dapati dari Ustadz Satrio, Ustadz Eko, Aa Aziz, Bang Adin, Ustadz Diky, Ustadz Adit. Mereka ini masyaAllah sekali.
Momen-momen indah juga terjadi dikelas saya, terdapat banyak momen indah ketika saya datang di kelas-kelas seperti kelas Cordoba, Madinah, dan Kelas SMA. Di kelas Corodoba, saya sering bereksperimen dengan berbagai aktivitas yang seru untuk anak-anak/murid saya. Saya sering memberi games, memberi aktivitas speaking, tanya jawab, membuat latihan, membuat materi serta bencekrama, bercerita bersama murid-muridku yang tercinta. Alhamdullillah di Abu Dzar, saya merasa dicintai kerana beberapa anak menyampaikan bahwa mereka suka dengan pelajaran saya. Disini saya merasa dicintai dan di hargai. Dikelas SMA juga anak-anak serius tapi santi mendengarkan materi dan games dari saya. Yang saya paling ingat ketika kelas SMP, ada beberapa kali saya melakukan aktivitas diluar kelas dan juga pernah saya mengajarkan procedure teks yang mena saya meminta mereka untuk mengerjakan secara asli tentang bagaimana cara membuat sesuatu. Saya sangat bahagia masyaAllah karena anak-anak tertarik dengan materi tersebut.
Kepada para asatidzah, terima kasih sudah membimbing saya disini. Kepada murid terima kasih sudah antusias dipelajaran saya. Kepada karyawan Abu Dzar terima kasih sudah memberikan dukungan dan berbagai kebaikan kepada saya. Saya akan terus berkembang, dan semoga Allah mudahkan kita samua dalam berbagai aktivitas kehidupan dunia yang sementara ini. Sekian blog kali ini, sampai jumpa di artikel saya selanjutnya. Yeaaa:D
.jpeg)

Comments
Post a Comment