Perjalanan Ke Jepang
Osaka and Kyoto January 9th, 2020
Konnichiwa! Perjalananku dimulai dari Soekarno Hatta International Airport.
Hatiku sangat bergembira hari itu. Aku berangkat bersama teman-teman dan juga dua dosen saya yaitu Miss Astri dan Miss Intan. Teman-temanku yang berangkat itu adalah Izam, Ama, Syahrul, dan Salma. Aku berangkat sekitar pukul 01.00 malam menggunakan Philippine Airlines. Jujur hari itu adalah hari yang sangat menggembirakan buat diriku karena sekitar 3 bulan yang lalu aku baru saja ke Australia. Ini adalah sebuah mimpi yang terwujud. Alhamdulillah.


Transit di Filipina
Kami sempat mampir atau transit terlebih dahulu di negara yang ibukotanya bernama Manila. Di Manila, kami mendarat sekitar pukul 05.35 pagi. Disana kami sarapan, mengganti pakaian, dan melakukan istirahat sebentar. Oh iya, kami sempat di tawari makan oleh WNI disana. Ini adalah pengalaman pertama mengunjungi negara Filipina bagi saya. Ini adalah bonus wisata di sekitar situ. Pukul 09.00 pesawat kami take-off kembali menuju Kansai International Aiport.
Tiba di Kansai International Airport

Tiba di Jepang, hatiku sangat-sangat bergembira. Kami segera bergegas untuk menukar ICOCA-card untuk perjalanan menuju hotel. Oh iya, fyi, bagi kalian yang membaca. ICOCA card atau kartu ICOCA adalah sebuah kartu yang bermanfaat untuk penggunaan transportasi seperti bus dan kereta api. Kartu ini juga bisa digunakan untuk penggunaan di wilayah Osaka dan Kyoto. Aku juga sempat berbelanja menggunakan kartu ini. Intinya bagi kalian yang mau ke Jepang. Kalian bisa banyak-banyakin info tentang penggunaan kartu untuk transportasi maupun membeli makanan di toko kecil seperti Family Mart di Jepang.

Setelah menukar ICOCA, kami bergegas untuk menaiki JR atau kereta Jepang. Destinasi kali ini adalah menuju hotel. Hotel kami berjarak kurang lebih satu jam dari bandara Kansai. Perjalanan di tempuh melalui sejumlah tempat menarik. Ini adalah pengalaman paling mengasyikan yang pernah aku rasakan seumur hidupku. Dikereta, aku banyak memfoto bangunan-bangunan di Jepang yang canggih, ciamik, dan menawan mata. Sungguh kawan, Jepang itu sangat indah. Di perjalanan aku duduk sendiri dikarenakan masing-masing dari teman saya membawa masing-masing koper yang beratnya gokil wkwkwk *canda aku juga banyak kok. Jepang sangat eksotis.

Tiba di Shin-Osaka Station
Perjalanan ku melihat kekaguman Jepang harus tertunda sebentar hehe. Itu karena aku harus bergegas menuju hotel. Tiba di stasiun pukul 6 malam. Aku di minta oleh Miss Intan untuk menjadi komando tim atau kapten. Aku membuka telepon genggamku untuk menuju hotel. Aku sembari sambil menahan dinginnya Jepang segera membuka handphone-ku dan membuka peta menuju hotel. Sebenarnya disini banyak momen unik. Pertama, aku rasa maps menunjukan jalan yang salah. Aku rasa ini adalah jalan milik transportasi taksi tapi kami terus melaju wkwkwk. Sungguh, pengalaman pertama dan unik disini wkwkwk. Kami menyusuri dinginnya Osaka malam itu menuju hotel dengan saling membantu mengangkat koper teman. Ini adalah foto didepan stasiun yang sempat aku foto.

Tiba di Hotel kami langsung beristirahat
Day 1
Hari pertama di Osaka kami dimulai oleh sarapan dan siap-siap untuk pendaftaran peserta konferensi di Ritsumeikan Uni. Kami menuju ke Ibaraki, Osaka sekitar pukul 8 pagi. Aku kebetulan diminta jadi kapten perjalanan lagi. Namun, hari ini adalah bukan hari dimana aku bisa memimpin dengan baik wkwk. Kalian tau kenapa?
Perjalanan dilalui seperti biasa dilalui aku, Ama, Salma, Izam beserta Miss Intan, Miss Astri dan Syahrul. NAMUNN…. ternyata kamii salah kereta! wkwkwk kami kebablasan hingga ke tiga pemberhetian. Kami salah kereta. Ini juga karena diriku yang terlalu pede memimpin diperjalanan wkwkwk. Bagi kalian pembaca yang budiman, sebaiknya kalau ke Jepang kalian harus paham yang mana kereta rapid yang mana kereta local. Perbedaan keduanya terletak pada pemberhentiannya. Kereta Rapid hanya berhenti di stasiun besar sedangkan Kereta Local berhenti di setiap pemberhentian kecil. Sungguh ini adalah perjalanan yang membuatku tersadar bahwa aku harus teliti.
Tiba Di Ritsumeikan University
Kamii banyak berfoto disini….



Setelah pendaftaran kami bergegas menuju Masjid Ibaraki untuk menunaikan ibadah Sholat Jum’at. Disini kami bertemu dengan seorang mualaf yang bernama Pak Hasan. Beliau adalah pria yang sangattttt baik. Beliau membantu kami untuk makan siang di salah satu restoran Pakistan dekat Masjid. Pak Hasan adalah orang yang sangat baik (sekali lagi) karena beliau setelah makan siang juga kembali mengantarkan kami ke hotel. Aku sangat bersyukur karena aku bisa bertemu dengan pria yang baik di Jepang ini.

Day 2
Dihari ini adalah hari dimana kami melakukan konferensi. Semenjak malam, kami sudah bersiap-siap untuk melakukan konferensi ini. Miss Astri dan Miss Intan adalah pembimbing kami yang sangat cerdas. Tim dipecah-pecah sehingga kami harus berpencar. Aku bersama Izam dan Miss Astri. Syahrul, Ama, dan Salma sendiri. Kemudian Miss Intan melakukan single konferensi. Acara dimulai sekitar pukul 9 pagi hingga 8 malam. Dihari ini kami juga sempat berkunjung disalah satu tempat makan yang uenak tenan hehe. Tempatnya berada di dekat Stasiun Osaka. Kami sedikit kesulitan mencari makanan halal disini, tapi… alhamdulillah kami bersama Mas Rama teman konferensi kami untuk menjelaskan sekaligus menjadi pemandu kami.



Day 3
Kembali ke Ritsumeikan Unversity
Di hari yang sedikit mendung ini, kami pergi kembali ke Ritsumeikan University. Disana kami bertemu dengan Profesor Virginia untuk bercakap-cakap terkait dengan topik pendidikan, materi pembelajaran, serta yang lain sebagainya. Profesor Virginia sangat pintar. Beliau bercakap-cakap dengan kami sekitar 1 jam. Aku sangat menikmati percakapan-percakapan itu karena aku juga bisa sambil belajar percakapan dalam bahasa Inggris. Hari itu aku sangat bahagia karena aku sempat mengambil banyak foto-foto yang ciamik disini.

Pergi ke Dotonburi Osaka
Setelah bertemu dengan Profesor Virginia, kami makan dan kami pulang menuju hotel. Sebenarnya aku merindukan seseorang saat itu. Entah aku tak bisa berkata-kata. EHH lanjutt yukk… Setelah makan di AEON Mall Ibaraki, kami pulang. Saya sangat bersemangat karena kami bertemu lagi dengan Pak Hasan. Sore hari kami siap-siap. Syahrul dengan kesigapannya segera mengontak Pak Hasan untuk bertemu di salah satu stasiun yang menghubungkan ke Dotonburi. Disana kami sangat senang. Ama dengan wajah putihnya berfoto ciamik di Glico Sign. Salma dengan cantiknya foto juga. Izam, Syahrul, dan juga Aku malah bertemu dengan wisatawan asli Jepang yang mempunyai kalimat “are you yutuba? nice tripp” hahaha.




Day 4
Kami ke KYOTOOOO
Yuhu hari ini kami berencana untuk ke salah satu kota impian saya yaitu Kyoto. Kota ini telah menjadi cita-cita Hanif dari 2018. Aku telah menyimpan baju Kyoto semenjak dari Malaysia. Kami pergi ke Kyoto sekitar pukul 9 pagi. Kami menggunakan JR pass untuk kesana.

Day 5
Ini adalah hari terakhir kami di Jepang. Kami berangkat malamnya setelah dari Kyoto sekitar pukul 9 malam. Ini dimaksudkan karena waktu itu telah terjadi letusan Gunung Berapi di Manila. Kami sempat bingung saat itu karena jadwal penerbangannya sangat berdekatan dengan gunung meletus tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan pukul 9 malam. Kami sempat menginap di Kansai Airport dan berangkat ke Manila pukul 10 pagi.

Kami tiba Di Indonesia

Kami alhamdulillah pulang dengan selamat. Banyak hal atau pelajaran penting yang aku dapati dalam perjalanan ini. Aku belajar ternyata orang Jepang itu sangat tepat waktu. Mereka sangat disiplin. Kemudian mereka juga sangat menghargai pendatang. Aku pernah pergi ke Family Mart dan disapa dengan sangat baik oleh penjaga toko-nya. Aku juga mendapat pelajaran bahwa apapun memerlukan ketelitian yang bagus (aku sempat salah masuk kereta membawa teman-temanku dan dosen tercinta). Mungkin ini saja yang bisa aku ceritakan ke kalian, terima kasih sudah membaca. Aku akan menulis lagi di kesempatan yang akan datang kalau Allah menghendaki. Arigatou.
Comments
Post a Comment